Selasa, 27 Maret 2012

[Media_Nusantara] Di Malaysia, Bensin Enggak Naik Pak, Tetap RM1.9 Perliternya

 

Di Malaysia, Bensin Enggak Naik Pak, Tetap RM1.9 Perliternya

Penasaran juga kepingin tahu di Malaysia harga jual bensin bersubsidi bakal naik juga enggak ya atau malah sudah naik?

Kemarin pagi saya e-mail teman di Kuala Lumpur karena di koran koran online malaysia yang saya baca beberapa hari sejak ribut ribut harga jual bensi bersubsidi akan naik, ternyata tidak ada sama sekali berita jika harga jual bbm di malaysia "bensin bersubsidi" bakalan naik. Apakah karena  di malaysia dekat pemilu ( pilihan raya  ) yang kabarnya akan dilaksanakan tahun ini, bisa jadi.

Kemarin sore diperoleh jawaban, harga jual bensin Ron 95 tetap pak, RM 1.9  per-liternya enggak naik, teman di Kuala Lumpur memberti tahu.

Sama dengan keadaan di Indonesia, di  Malaysia beberapa tahun lalu ketika harga minyak mentah dunia melambung naik sampai diatas 100 USD per-barel, malaysia juga menaikkan harga jual eceran bensin bersubsidi menjadi RM.2,6 kurang lebihnya Rp.7.120 per-liternya

Kemudian ketika harga minyak mentah turun kembali dibawah harga 100 USD per-barelnya, pemerintah malaysia menurunkan harga jual eceren bensin bersubsidi sebanyak tiga kali masing masing 20 sen, sehingga harga jual bersin bersubsidi menjadi RM1.9. setara dengan Rp. 5.130 (jika kurs 1 ringgit sama dengan Rp. 2700) yang berlaku hingga hari ini.

Bedanya bensin bersubsidi di Indonesia dan di malaysia, jika di Indonesia dengan kadar Ron 85 maka yang dijual di Malaysia adalah kadar Ron 95 ( ada yang mengatakan setara dengan Pertamax , cuma Pertamax Ron 95 ditambah campuran tertentu )

Jika dulu harga bensin bersubdi di Indonesia turun sebanyak 3 kali masing masing Rp.500 sehingga menjadi Rp. 4.500, maka di Malaysia juga masing masing turun 3 kali sebanyak 20 sen -  setara dengan Rp. 540 rupiah ( jika kurs  ringgit  ke rupiah sama dengan Rp.2700 )

Malaysia kabarnya juga sama dengan Indonesia, negara produsen minyak yang juga meng-impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Bensin dengan kadar R0n 97 di malaysia dijual eceran mengikuti harga pasar yang bisa berubah ubah setiap saat.

Bensin bersubsidi Ron 95 di Malaysia hanya dijual untuk kendaraan plat polisi dan kebutuhan lain dalam negeri saja, untuk semua kendaraan dengan nomor plat asing seperti Singapura dan Thailand terutama di wilayah perbatasan dengan Malaysia hanya diperbolahkan membeli Ron 97.

Saya melihat harga jual bensin di pompa bensin Shell dan Petronas yang banyak di Jakarta untuk Ron 95 dijual berkisar antara Rp. 8000 sd Rp. 8500 per-liter, yang di Malaysia semua pompa bensin menjual dengan harga RM 1.9 ( kurang lebihnya sama dengan Rp. 5.130 ) itu.

Mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan perlu naik atau tidaknya harga jual bensin bersubsidi di Indonesia yang sekarang sedang dibahas kemungkinannya oleh Pemerintah dan DPR RI. Pemerintah telah mengusulkan kepada DPR RI untuk dinaikan lagi, kembali ke harga yang pernah dijual sebelumnya yaitu Rp. 6000, naik sebesar Rp. 1500 perliternya

http://regional.kompasiana.com/2012/03/25/di-malaysia-besin-enggak-naik-pak-tetap-rm19-perliternya/


Note : ... Harga jual bensin di pompa bensin Shell dan Petronas yang banyak di Jakarta untuk Ron 95 dijual berkisar antara Rp. 8000 sd Rp. 8500 per-liter, yang di Malaysia semua pompa bensin menjual dengan harga RM 1.9 ( kurang lebihnya sama dengan Rp. 5.130 ) itu .... artinya jika Premium (RON88) jadi naik sebesar Rp 6000,-, di Malaysia menjual bensin dengan Kualitas Pertamax (RON 95) lebih murah, karena malaysia tidak menjual bensin jenis premium (RON88), jadi pemerintah tidak jujur dalam hal ini, Seharusnya sebelum menaikkan BBM, SBY harus transparan dengan HPP BBM saat ini. Ada yg tau HPP BBM saat ini? (Yang dimaksudkan hpp adalah harga riel yang dihasilkan pertamina bukan harga internasional  - Ini yg tidak pernah dipublish oleh pertamina), Selanjutnya Hal kedua yg dilakukan adalah audit pemakaian bbm, Berapa banyak bbm yg dipakai dan siapa aja penggunanya ?

__._,_.___
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar